Contoh Makalah yang Baik dan Benar

Dulu semasa kuliah saya sangat senang ketika diberi tugas untuk membuat makalah. Apalagi ketika disarankan untuk dikerjakan secara kelompok oleh dosen. Tugas membuat makalah dapat diselsaikan dengan mudah. Meski demikian ketika baru awal kuliah saya cukup kesulitan ketika pertamakali diberi tugas membuat makalah secara individu atau perorangan, tapi saat itu ada teman yang dengan senang membantu. Akhirnya tugas tersebut dapat terselesaikan tepat waktu, dan makalah saya mendapatkan nilai B.

Apakah ini juga menjadi kali pertama anda mendapatkan tugas pembuatan makalah yang harus dikerjakan sendiri (individu) ? Sekarang dengan membuat postingan ini, saya berharap dapat membantu anda agar dapat mengetahui contoh makalah yang baik dan benar. Sehingga anda benar-benar dapat menyelesaikan tugas makalah individu dengan benar  dan baik, dan pastinya mendapatkan nilai A.

Makalah "Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia"

Mengutip dari ciputrauceo, makalah diartikan dalam dua hal. Yang pertama adalah tulisan resmi tentang suatu pokok yang dimaksudkan untuk dibacakan di muka umum di suatu persidangan dan yang sering disusun untuk diterbitkan. Yang kedua didefinisikan sebagai karya tulis pelajar atau mahasiswa sebagai laporan hasil pelaksanaan tugas sekolah atau perguruan tinggi.

Jika kita ingin melihat lebih dalam arti makalah menurut beberapa ahli maka akan ada semakin banyak definisi. W.J.S Poerwadarminta pada tahun 1994 mengartikan makalah sebagai uraian tertulis yang membahas suatu masalah tertentu yang dikemukakan untuk mendapat pembahasan lebih lanjut.Tanjung dan Ardial juga mengartikan makalah adalah karya tulis yang memuat pemikiran tentang suatu masalah atau topik tertentu yang ditulis secara sistematis dan disertai analisis yang logis dan objektif.

Sedangkan Badan Standarisasi Nasional (BSN) menulis bahwa sebuah karya tulis disebut makalah jika memenuhi beberapa syarat berikut; makalah merupakan pemikiran sendiri, belum pernah dipublikasikan, mengandung unsur kekinian dan bersifat ilmiah.

Masih berdasrkan ciputrauceo, berdasarkan karakteristiknya makalah terbagi menjadi tiga yaitu :
  1. Makalah membahas atau menelaah suatu kajian literatur yang sudah ada atau dari laporan pelaksanaan kegiatan lapangan.
  2. Makalah umumnya dibuat untuk dipresentasikan pada suatu seminar, sidang, atau diskusi.
  3. Bagian pokok yang harus ada pada makalah adalah Pendahuluan, Isi, dan Kesimpulan.

8 Kerangka Makalah yang Baik dan Benar yang Harus Jadi Pedoman ketika akan Membuat Makalah :

1. Cover
Cover makalah yang baik dan benar harus berisi keterangan yang meliputi nama makalah, lalu judul makalah, mata kuliah lengkap dengan dosen pembimbing logo Universitas, nama-nama kelompo yang menyusun makalah lengkap dengan NIMnya, lalu bagian bawah cover berisi nama fakultas dan nama Universitas dan tahun pembuatan makalah.

2. Daftar Isi
Daftar isi makalah yang baik dan benar berisi informasi halaman makalah yang rapih, rinci, dan nomor yang berurutan sehingga mempermudah peserta atau audiens ketika ingin mengatahui masing-masing halaman dengan mudah dan cepat.

3. Kata Pengantar
Halaman kata pengantar makalah yang baik dan benar berisi dimulai dengan menuliskan salam pembuka yang dikaitkan dengan ulasan sekilas mengenai dasar pemikiran kenapa judul/tema makalah tersebut dipilih untuk dibahas. Berisi ucapan terimakasih, lokasi dan tanggal pembuat makalah, dan diakhir dengan nama penyusun dan NIM.

4. BAB I Pendahulan Makalah
Pendahuluan Makalah yang baik dan benar harus berisi empat kerangka utama, diantaranya adalah :
  1. Latar Belakang Masalah
  2. Rumusan Masalah
  3. Tujuan
  4. Manfaat

5. BAB II Pembahasan Makalah 
Bab pembahasan makalah yang baik dan benar, harus berisi materi tinjuan pustaka, hasil penelitian berupa wawancara, observasi lapangan, kegiatan eksperimen laboratorium dan lain-lain secara detail dan harus menjawab point-point penting yang dirumuskan dalam rumusan masalah pada Bab I makalah.

6. BAB III Penutup Makalah
Penutup Makalah yang baik dan benar berisi:
  • Kesimpulan; yaitu kesimpulan atau hal apa yang menjadi pemecah masalah dalam makalah.
  • Saran; memberikan beberapa saran tentang hal yang berhubungan dengan isi makalah.

7. Daftar Pustaka 
Daftar pustaka makalah yang baik dan benar dinilai berdasarkan tata cara penulisannya, perbedaan asal sumber atau informasi yang didapat yang selanjutnya digunakan dalam makalah, juga mempengaruhi perbedaan cara penulisannya. Berikut contoh-contohnya :

Contoh penulisan daftar pustaka jika sumber diperoleh dari sebuah buku :
  • Sucipto, Adi. 2016. Cara Belajar yang Benar. Cirebon: Gramedia

Contoh penulisan daftar pustaka jika sumber diperoleh dari koran :
  • Antony 2 desember, 2016. Unsur penting dalam penulisan daftar pustaka. Kompas, hlm 3 & 4.

Contoh penulisan daftar pustaka jika sumber diperoleh dari Website / Internet :
  • Fujianto, 2014 Contoh Daftar Pustaka Lengkap, www.fujianto.com/daftar-pustaka/

8. Lampiran 

Lampiran makalah yang baik dan benar harus berisi beberapa berkas atau bahan yang mendukung makalah itu sendiri. Seperti, bagan atau tabel-tabel, gambar atau foto, dan kuesioner dan survei.

Nah, secara singkatnya berikut urutan pedoman kerangka dalam mebuat makalah yang baik dan benar :
  1. Cover
  2. Daftar Isi
  3. Kata Pengantar
  4. Bab I Pendahuluan
  5. Bab II Pembahasan
  6. Bab III Penutup
  7. Daftar Pustaka
  8. Lampiran
Semua dokumen atau berkas makalah tersebut selanjutnya di print out menjadi beberapa hard copy, (untuk audiens, dosen dan kelompok penyusun makalah ) dan harus sudah dijilid rapih dengan warna sampul yang telah disesuaikan dengan anjuran dosen.
Dengan mengetahui definisi makalah, karakterisitik makalah, serta 8 kerangka pedoman dalam pembuatan makalah, maka cara membuat makalah yang baik dan benar akan semakin mudah. Jika anda masih merasa kesulitan berikut salah satu contoh makalah yang baik dan benar yang sudah sesuai dengan 8 kerangka pedoman pembuatan makalah yang kita bahas sebelumnya.

MAKALAH 

MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

CURRENT ISSUE EPIDEMIOLOGI

“Penyakit Ebola “

Untuk Memenuhi Salah Satu Tugas

Mata Kuliah Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
Dosen Pembimbing : Pramandinata Putra S.Si


Disusun oleh : 

KELOMPOK 1

RENY ANESTESIA (F1 D2 O8 O22)
SUCITRAH RUHYATI (F1 D2 08 007)
HELVI NUGRAHWATI (F1 D2 08 033)
WIENDA RAMADHANI (F1 D2 08 003)
HASRINA (F1 D2 08 021)
NADZIRAN URUFIA (F1 D2 08 009)

FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
PROGRAM STUDI KESEHATAN MASYARAKAT
UNIVERSITAS HALUOLEO
KENDARI
2016



DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ..............................................................................................i
DAFTAR ISI............................................................................................................ ii

BAB I PENDAHULUAN
I.1.Latar belakang 1
I.2.Rumusan Masalah.................................................................................................3
I.3.Tujuan…………………………………………................................................................... 3
BAB II PEMBAHASAN
2.1 Tinjauan Umum Penyakit Ebola……………………………………………….....................5
2.2 Epidemiologi penyakit Ebola………………………………………………….......................7
2.3 Patofisiologi penyakit ebola……………………………………………………......................8
2.4 Tahap pencegahan penyakit ebola……………………………………………....................9

BAB III PENUTUP
III.1.Kesimpulan……………………………………………………………………..........................10

DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN



KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena berkat rahmat dan karuniaNya sehingga kami dapat menyusun dan merampungkan tuas pembuatan makalah ini yang berjudul “Penyakit ebola ” .Makalah ini dibuat sedemikian rupa sebagai tugas yang diberikan oleh Dosen pembimbing kami.

Harapan kami sebagai penyusun adalah semoga makalah ini dapat diterima dengan baik oleh Dosen pembimbing serta dapat bermanfaat bagi semua pembaca.

Kami menyadari bahwa dalam penyusunan laporan yang kami buat ini masih jauh dari kesempurnaan. Untuk itu kami sebagai penyusun mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun dari para pembaca demi kesempurnaan makalah ini.

Kendari, Oktober 201

Penyusun



PENDAHULUAN

LATAR BELAKANG

Berbagai penyakit menular pada manusia yang bersumber dari hewan telah banyak mewabah di dunia. Istilah zoonosis telah dikenal untuk menggambarkan suatu kejadian penyakit infeksi pada manusia yang ditularkan dari hewan vertebrata. Hal inilah yang dewasa ini menjadi sorotan publik dan menjadi objek berbagai studi untuk mengkaji segala aspek yang berkaitan dengan wabah tersebut yang diharapkan nantinya akan diperoleh suatu sistem terpadu untuk pemberantasan dan penanggulangannya. Kemunculan dari suatu penyakit zoonosis tidak dapat diprediksi dan dapat membawa dampak yang menakutkan bagi dunia, terutama bagi komunitas yang bergerak di bidang kesehatan masyarakat dan veteriner.

Pada negara yang berkembang seperti Indonesia, zoonosis belum mendapatkan perhatian yang cukup baik pemerintahnya maupun rakyatnya. Bukti konkritnya adalah kasus emerging zoonosis Avian Influenza di Indonesia dimana sejak Agustus 2003, sebanyak 4,7 juta ayam mati akibat wabah ini. Sejumlah 62 orang positif terinfeksi AI dan 47 orang diantaranya meninggal dunia. Di samping itu, masih banyak kasus-kasus zoonosis lainnya yang mewabah di Indonesia seperti antraks dan rabies. Kesuksesan penanggulangan penyakit zoonosis di negara lain menjadi tantangan bagi Indonesia untuk keluar dari kungkungan penyakit zoonosis.

Kemunculan kasus-kasus penyakit zoonosis membuka suatu pemahaman baru dari lembaga kesehatan hewan sedunia atau OIE (Office Internationale des Epizootes) mengenai musuh dunia. OIE berpendapat bahwa dewasa ini, musuh dunia bukan lagi perang dunia, bom nuklir ataupun serangan teroris, melainkan alam itu sendiri. Kemunculan yang tak terduga dari suatu penyakit zoonosis juga memunculkan istilah emerging zoonosis. Istilah ini dapat didefinisikan secara luas sebagai suatu kejadian penyakit zoonosis dengan (1) agen penyakit yang telah dikenal dan muncul pada area geografik yang berbeda (2) agen penyakit yang telah dikenal atau kerabat dekatnya dan menyerang hewan yang sebelumnya tidak rentan (3) agen penyakit yang belum dikenal sebelumnya dan terdeteksi untuk pertama kalinya. Sedangkan re-emerging zoonosis adalah suatu penyakit zoonosis yang pernah mewabah dan sudah mengalami penurunan intensitas kejadian namun mulai menunjukkan peningkatan kembali (Morse 2004).

Setiap era sejarah kehidupan manusia selalu disertai kemunculan dari suatu penyakit yang baru. Perubahan sosial dan ekologi yang berkaitan dengan penyebaran populasi manusia, perubahan lingkungan dan globalisasi dapat berimplikasi pada kemunculan suatu penyakit zoonosis. Peningkatan populasi manusia dan globalisasi menyebabkan perpindahan manusia dari satu benua ke benua lainnya. Seiring dengan hal tersebut maka juga akan terjadi perpindahan hewan antar wilayah, bahkan benua, melalui perusakan habitat, perdagangan, permintaan pribadi dan kepentingan teknologi, dimana mikroorganisme, termasuk mikroorganisme patogen, juga mengalami perpindahan ke daerah yang baru. Pada dasarnya, penyakit yang ada di dunia juga mengalami perkembangan yang sejalan dengan perkembangan dunia yang cukup pesat.

Sehingga sampai sekarang belum dapat diketahui dari mana virus itu berasal, atau hewan apa yang menjadi "host" awalnya. Berbagai binatang yang dijumpai di sekitar tepian sungai Ebola diteliti, dari serangga, ular, sampai monyet, tetapi tidak ditemukan indikasi bahwa virus itu dari hewan-hewan tersebut. Sehingga membuat para peneliti yang melakukan penelitian akan penyebab terjadinya penyakit ini hingga menyebabkan wabah di daerah kongo dan Uganda belum dapat dipecahkan dan didapatkan solusi pengobatannya.

1.2 RUMUSAN MASALAH

Adapun rumusan masalah dari makalah ini adalah :

1.Bagaimana Tinjauan Umum Penyakit Ebola
2. Bagaimana Epidemiologi Penyakit Ebola
3. Bagaimana Etiologi Penyakit Ebola
4. Bagaimana Pencegahan Penyakit Ebola

1.3 TUJUAN

1.Untuk mengetahui tinjauan umum penyakit ebola
2.Untuk mengetahui epidemiologi penyakit ebola
3.Untuk mengetahui etiologi penyakit ebola
4.Untuk mengetahui pencegahan penyakit ebola



PEMBAHASAN

2.1 Tinjauan Umum Penyakit Ebola

Ebola adalah sejenis virus dari genus Ebolavirus, familia Filoviridae, dan juga nama dari penyakit yang disebabkan oleh virus tersebut. Penyakit Ebola sangat mematikan. Gejala-gejalanya antara lain muntah, diare, sakit badan, pendarahan dalam dan luar, dan demam. Tingkat kematian berkisar antara 50% sampai 90%. Asal katanya adalah dari sungai Ebola di Kongo. Penyakit Ebola dapat ditularkan lewat kontak langsung dengan cairan tubuh atau kulit. Masa inkubasinya dari 2 sampai 21 hari, umumnya antara 5 sampai 10 hari. Saat ini telah dikembangkan vaksin untuk Ebola yang 100% efektif dalam monyet, namun vaksin untuk manusia belum ditemukan.

Gejala-gejalanya antara lain muntah, diare, sakit badan, pendarahan dalam dan luar Anus, dan demam. Tingkat kematian sampai 90%. Asal katanya adalah dari sungai Ebola di Kongo. Penyakit Ebola dapat ditularkan lewat kontak langsung dengan cairan tubuh atau kulit.Virus Ini mulai menular dari salah satu spesies kera di kongo kemudian mulai menyebar ke manusia, jangka waktu manusia mulai terjangkit virus ini sampai menemui ajalnya sekitar 1 minggu karena saking ganasnya virus ini.

Virus ini masih berada di dataran Afrika dan kabarnya juga telah sampai ke Filipina. Suatu ketika Negeri Eropa melakukan pengimporan kera dari kongo, ketika mengetahui virus ini akhirnya seluruh kera ini dimusnahkan agar tidak menyebar kemana-mana, dan sampai saat ini belum ditemukan Vaksin yang dapat menyembuhkan penyakit ini. Transmisi antar manusia terjadi akibat kontak langsung dengan cairan tubuh yang berasal dari diare, muntah dan pendarahan, kulit atau membran mukosa. Periode inkubasi virus berlangsung selama 2 sampai 21 hari. Kejadian epidemik Ebola banyak terjadi pada rumah sakit yang tidak menerapkan higiene yang ketat.infektivitas virus Ebola cukup stabil pada suhu kamar (20 ° C) tetapi hancur dalam 30 menit pada 60 ° C.Infektivitas juga dihancurkan oleh dan iradiasi ultraviolet, pelarut lemak, b-propiolactone, and commercial hypochlorite and phenolic disinfectants. b-propiolactone, dan hipoklorit komersial dan desinfektan fenolik.

Virus Ebola memiliki struktur dari suatu Filovirus. Virionnya berbentuk tabung danbervariasi bentuknya. Biasanya selalu tampak seperti U, 6, gulungan atau bercabang. Virionvirus ini berukuran diameter 80 nm. Panjangnya juga bervariasi, bahkan ada yang lebih dari 1400 nm, namun biasanya hanya mendekati 1000 nm. Di tengah virion terdapat nukleokapsid yang dibentuk oleh kompleks genom RNA dengan protein NP, VP35, VP30 dan L. Nukleokapsid berdiameter 40-50 nm dan berisi suatu chanel pusat berdiameter 20-30 nm. Suatu glikoprotein sepanjang 10 nm yang sebagian berada di luar sarung viral dari virion berfungsi membuka jalan masuk ke dalam sel inang. Diantara sarung viral dan nukleokapsid terdapat matriks yang berisi protein VP40 dan VP24.

2.2 Epidemiologi penyakit Ebola

Asal-usul di alam dan sejarah alami dari virus Ebola tetap menjadi misteri.Secara umum, virus ini ada yang menyerang manusia (Ebola-Zaire, Ebola-Ivory Coast dan Ebola-Sudan) dan ada yang hanya menyerang hewan primata (Ebola-Reston). Tidak ada carrier state karena tidak ditemukan lingkungan alami dari virus. Namun dari beberapa hipotesis mengatakan bahwa terjadi penularan dari hewan terinfeksi ke manusia. Kemudian dari manusia yang terinfeksi ini, virus bisa ditularkan dalam berbagai cara. Orang bisa terinfeksi karena berkontak dengan darah dan atau hasil sekresi dari orang yang terinfeksi. Orang juga bisa terinfeksi karena berkontak dengan benda seperti jarum suntik yang terkontaminasi dengan orang yang terinfeksi. Penularan secara nosokomial (penularan yang terjadi di klinik atau rumah sakit) juga dapat terjadi bila pasien dan tenaga medis tidak memakai masker ataupun sarung tangan. Pada primata, Ebola-Reston, menyerang fasilitas penelitian hewan primata di Virginia, AS. Ebola-Reston menyebar melalui partikel udara.

Ebola merupakan salah satu kasus emerging zoonosis yang paling menyita perhatian publik karena kemunculannya yang sering dan memiliki angka mortalitas yang tinggi pada manusia. Virus Ebola pertama kali diidentifikasi di provinsi Sudan dan di wilayah yang berdekatan dengan Zaire (saat ini dikenal sebagai Republik Congo) pada tahun 1976, setelah terjadinya suatu epidemi di Yambuku, daerah Utara Republik Congo dan Nzara, daerah Selatan Sudan. Sejak ditemukannya virus Ebola, telah dilaporkan sebanyak 1850 kasus dengan kematian lebih dari 1200 kasus diantaranya (Anonimous 2004). Penyakit ini disebabkan oleh virus dari genus Ebolavirus yang tergolong famili Filoviridae. Inang atau reservoir dari Ebola belum dapat dipastikan, namun telah diketahui bahwa kelelawar buah adalah salah satu hewan yang bertindak sebagai inang alami dari Ebola. Virus Ebola juga telah dideteksi pada daging simpanse, gorila, Macaca fascicularis dan kijang liar.

Penyebaran virus Ebola dalam skala global masih terbatas. Hal ini berkaitan dengan transmisinya yang tidak melalui udara dan juga jarak waktu yang diperlukan virus Ebola untuk menginfeksi satu individu ke individu lainnya. Selain itu, onset virus yang relatif cepat dapat mempercepat diagnosa terhadap penderita sehingga dapat mengurangi penyebaran penyakit melalui penderita yang bepergian dari satu wilayah ke wilayah lainnya.Penyakit ini dapat dikaitkan dengan kebiasaan manusia, terutama di daerah Afrika, untuk mengkonsumsi daging hewan liar. Daging hewan liar yang terkontaminasi akan menjadi media yang efektif dari penularan Ebola pada manusia.Gejala klinis dari penyakit ini adalah demam secara tiba-tiba, kelemahan, nyeri otot, sakit kepala dan tenggorokan kering. Kemudian diikuti dengan muntah, diare, ruam pada kulit, gangguan fungsi ginjal dan hati serta pada beberapa kasus terjadi pendarahan internal dan eksternal. Hasil temuan laboratoris menunjukkan penurunan jumlah butir darah putih dan platelet serta peningkatan kadar enzim hati.

Virus Ebola mudah menyebar dengan cepat. Pertama kali infeksi dimulai dari penularan dari hewan yang terinfeksi ke manusia. Nah, dari situ nantinya manusia meneruskan rantai penyakit ini ke manusia yang lain. Penyebaran virus Ebola antar manusia bisa melalui makanan atau berpegangan. Kontak langsung dengan darah atau cairan yang terkontaminasi juga bisa menginfeksi manusia. Tidak hanya itu, manusia juga bisa terinfeksi hanya dengan menyentuh objek (misalnya jarum) yang sudah terkontaminasi. Serangan sakit virus Ebola sangat tiba-tiba. Gejala yang ditimbulkan adalah demam, sakit kepala, sakit sekitar persendian dan otot, sakit tenggorokan dan tubuh lemah. Gejala ini diikuti juga oleh diare, sakit perut dan muntah-muntah. Ruam-ruam, mata memerah, tersedak, serta adanya pendarahan luar dan dalam ditemukan pada beberapa pasien.

2.3 Patofisiologi penyakit ebola

Penyakit ebola menyebar dan masuk ke dalam tubuh host melalui berbagai macam cara antara lain melalui jarum suntik , donor darah , dan melalui kontak lanmgsung tangan.

Tahapan penularan virus ebola dari penderita satu ke penderita lainnya antara lain :
  • virus Ebola menginfeksi subjek melalui kontak dengan cairan tubuh atau sekret dari pasien yang terinfeksi dan didistribusikan melalui sirkulasi. melalui lecet di kulit selama perawatan pasien, ritual penguburan dan mungkin kontak dengan daging secara terinfeksi, atau di permukaan mukosa.Terkadang jarum suntik merupakan rute utama dari eksposur kerja.
  • target awal dari replikasi adalah sel-sel retikuloendotelial, dengan replikasi tinggi dalam beberapa tipe sel di dalam hati, paru-paru dan limpa.
  • sel Dendritic, makrofag dan endotelium tampaknya rentan terhadap efek cytopathic produk gen virus Ebola in vitro dan mungkin in vivo melalui gangguan jalur sinyal seluler dipengaruhi oleh mengikat, fagositosis serapan virus atau keduanya. Kerusakan tidak langsung juga dapat ditimbulkan oleh faktor-faktor yang beredar seperti faktor tumor nekrosis dan oksida nitrat
sehingga kontak langsung antara setiap individu sangat memegang peranan penting dalam penyebaran dan penularan penyakit ebola di dalam masyarakat. Karena kita tidak bias menghindari kontak secara individu .sebab, hal itu terjadi tanpa kita tahu kondisi dan sifat yang sebenarnya.

2.4 Tahap pencegahan penyakit ebola

virus Ebola mampu menular dari satu manusia ke manusia lain hanya dengan kontak langsung saja. Untuk itu pencegahan terhadap penyakit infeksi Ebola ini pun cukup sulit.Yang paling terutama adalah menghindari kontak langsung dengan orang yang terinfeksi virus Ebola sebisa mungkin. Apabila ada anggota keluarga terinfeksi virus ini sangat dianjurkan agar orang tersebut dirawat di rumah sakit. Begitu juga apabila ada teman anda yang meninggal akibat penyakit ini, usahakan jangan ada kontak langsung dengannya. Adapun 5 tahapan pencegahan penyakit ebola dalam lingkungan masyarakat antara lain :

A. Health Promotion
Pendidikan kesehatan pada masyarakat untuk melakukan perubahan prilaku untuk hidup bersih dan sehat serta meningkatkan higien pribadi dan sanitasi lingkungan dalam lingkungan masyarakat dan sekitarnya

B.Early Diagnosis
Program penemuan penderita melalui survey pada kelompok – kelompok yang berisiko atau pada populasi umum dan peda pelaporan kasus.

C.Spesifik protection
Menghindari diri dari gigitan serangga ,berusaha untuk tidak pergi ke daerah yang kurang penyinaran matahari dan terdapat binatang ataupun serangga yang menjadi sumber penularan penyakit tersebut untuk menghindari terjadinya komplikasi penyakit dan penyebar luasnya penyakit tersebut dalam masyarakat.

D.Disability limitation
Terapi kompleks pada penderita ebola agar tidak terjadi kematian dengan menambah konsentrasi minum penderita agar tidak terjadi dehidrasi serta upaya peningkatan kekebalan tubuh kelompok.

E.Rehabilitation
Pendidikan kesehatan kepada para penderita beserta keluarga serta dilakukannya rehabilitasi fisik dan psikologis pada kasus dan penderita penyakit ebola.



 PENUTUP

Kesimpulan

Virus Ebola adalah sejenis virus dari genus Ebolavirus , familia Filoviridae . Virus Ebola adalah sejenis virus Dari Ebolavirus genus, familia Filoviridae. Virus ini pertama kali ditemukan di Afrika, daerah selatan Sudan dan Zaire pada tahun 1976 pada tubuh seekor monyet. Virus Suami Pertama kali ditemukan di Afrika, Sudan selatan Daerah dan Zaire years PADA 1976 PADA tubuh seekor monyet. Serangan sakit virus Ebola sangat tiba-tiba. Gejala yang ditimbulkan adalah demam, sakit kepala, sakit sekitar persendian dan otot, sakit tenggorokan dan tubuh lemah. Gejala ini diikuti juga oleh diare, sakit perut dan muntah-muntah. Ruam-ruam, mata memerah, tersedak, serta adanya pendarahan luar dan dalam ditemukan pada beberapa pasien

Ebola merupakan salah satu kasus emerging zoonosis yang paling menyita perhatian publik karena kemunculannya yang sering dan memiliki angka mortalitas yang tinggi pada manusia. Virus Ebola pertama kali diidentifikasi di provinsi Sudan dan di wilayah yang berdekatan dengan Zaire (saat ini dikenal sebagai Republik Congo) pada tahun 1976, setelah terjadinya suatu epidemi di Yambuku, daerah Utara Republik Congo dan Nzara, daerah Selatan Sudan. Sejak ditemukannya virus Ebola, telah dilaporkan sebanyak 1850 kasus dengan kematian lebih dari 1200 kasus diantaranya

Penyebaran virus Ebola dalam skala global masih terbatas. Hal ini berkaitan dengan transmisinya yang tidak melalui udara dan juga jarak waktu yang diperlukan virus Ebola untuk menginfeksi satu individu ke individu lainnya. Selain itu, onset virus yang relatif cepat dapat mempercepat diagnosa terhadap penderita sehingga dapat mengurangi penyebaran penyakit melalui penderita yang bepergian dari satu wilayah ke wilayah lainnya.Penyakit ini dapat dikaitkan dengan kebiasaan manusia, terutama di daerah Afrika, untuk mengkonsumsi daging hewan liar. Daging hewan liar yang terkontaminasi akan menjadi media yang efektif dari penularan Ebola pada manusia



DAFTAR PUSTAKA

1. Jahrling PB, et al. Preliminary report. Isolation of Ebola virus from monfilovirus keys imported to USA.Lancet,1990;335:502-
505,
2. Murphy FA, Kiley MP, Fisher-HochS. Filoviridae. Marburg and Ebola Viruses. In: Fields BN, Knipe DM, et.al., ed. Virology,second edition. NewYork;RavenPress, 1990



LAMPIRAN

Tahapan penularan virus ebola ke penderita

Ebola adalah sejenis virus dari genus Ebolavirus, familia Filoviridae, dan juga nama dari penyakit yang disebabkan oleh virus tersebut.



Format cetak makalah yang baik dan benar 
  • Ukuran Kertas yang diperbolehkan dalam penulisan makalah adalah ukuran kertas A4.
  • Jenis Font dalam penulisan makalah menggunakan jenis font Arial dengan Ukuran Font 10.
  • Margin Halaman. Pada penulisan makalah, untuk sebelah kiri menggunakan margin 4. Sedangkan untuk atas, kanan serta bawah menggunakan margin 3.
  • Spasi yang umumnya digunakan adalah spasi 1, namun beberapa perguruan tinggi memperbolehkan spasi ganda atau spasi 2.
  • Penomoran. Cover/ Sampul Makalah tidak memiliki nomor halaman, kemudian Daftar isi, Kata pengantar, Daftar Gambar/tabel yang diberi format nomor Romawi (i ii iii iv dst), kemudian baru pada Bab 1 hingga lampiran menggunakan format nomor biasa (1 2 3 dst).
  • Judul makalah tidak perlu diawali dengan kata penelitian/analisis/ studi kecuali inti dari yang dikaji adalah sebuah penelitian/analisis/studi literatur lain.

Contoh Makalah Agama Islam yang baik dan benar
  1. Contoh Kata Pengantar Makalah Agama Islam
  2. Contoh Makalah Tentang Nikah Siri Dalam Hukum Menurut Pandangan Islam
  3. Contoh Makalah Qira'ah Al-Quran
  4. Contoh Makalah Qanaah dan Tasamuh
  5. Contoh Makalah Qardh (Al-Qardh)
  6. Contoh Makalah Qiyas Ushul Fiqh
  7. Contoh Makalah Qada dan Qadar
  8. Contoh Makalah Qurban dan Aqiqah
  9. Contoh Makalah Qurban
  10. Contoh Makalah Rukun Iman
  11. Contoh Makalah Ulumul Qur’an
  12. Contoh Makalah Ushul Fiqh
  13. Contoh Makalah Zina
  14. Contoh Makalah Zakat

Contoh Makalah Bahasa Indonesia
  1. Contoh Makalah Bahasa Indonesia Tentang Pendidikan Karakter dan Sastra
  2. Contoh Daftar Isi Makalah yang Baik dan Benar dalam Format Doc Microsoft Word
  3. Contoh Makalah Resensi

Contoh Makalah Bahasa Inggris
  1. Contoh Kata Pengantar Makalah Bahasa Inggris
  2. Contoh Makalah Tentang Pelajaran Bahasa Inggris

Contoh Makalah Kesehatan dan Olahraga
  1. Contoh Makalah Kesehatan Tentang Bahaya Merokok
  2. Contoh Makalah Olahraga Bola Voli
  3. Contoh Makalah Olahraga Atletik
  4. Contoh Makalah Olahraga
  5. Contoh Makalah Rekam Medis
  6. Contoh Makalah Olahraga Renang
  7. Contoh Makalah Renang
  8. Contoh Makalah Sepak Bola
  9. Contoh Makalah Tentang Penyalahgunaan Napza Narkoba di Kalangan Remaja
  10. Contoh Makalah Zat Adiktif dan Psikotropika
  11. Contoh Makalah Narkoba
  12. Contoh Makalah Tentang Narkoba
  13. Contoh Makalah Virus Ebola
  14. Contoh Makalah Zoologi Invertebrata
  15. Contoh Makalah Xerostomia
  16. Contoh Makalah Xenobiotik
  17. Contoh Makalah Vitamin
  18. Contoh Makalah Vitamin dan Mineral

Contoh Makalah Kesehatan dan Olahraga
  1. Contoh Makalah Kesehatan Tentang Bahaya Merokok
  2. Contoh Makalah Olahraga Bola Voli
  3. Contoh Makalah Olahraga Atletik
  4. Contoh Makalah Olahraga
  5. Contoh Makalah Rekam Medis
  6. Contoh Makalah Olahraga Renang
  7. Contoh Makalah Renang
  8. Contoh Makalah Sepak Bola
  9. Contoh Makalah Tentang Penyalahgunaan Napza Narkoba di Kalangan Remaja
  10. Contoh Makalah Zat Adiktif dan Psikotropika
  11. Contoh Makalah Narkoba
  12. Contoh Makalah Tentang Narkoba
  13. Contoh Makalah Virus Ebola
  14. Contoh Makalah Zoologi Invertebrata
  15. Contoh Makalah Xerostomia
  16. Contoh Makalah Xenobiotik
  17. Contoh Makalah Vitamin
  18. Contoh Makalah Vitamin dan Mineral

Contoh Makalah Ilmu Pengetahuan Sosial, Sejarah , Budaya, Hukum, Kewarganegaraan dan lain-lain
  1. Contoh Kata Pengantar Makalah Sosiologi
  2. Contoh Kata Pengantar PKn (Pendidikan Kewarganegaraan)
  3. Contoh Makalah Demokrasi
  4. Contoh Kata Pengantar Makalah Geografi
  5. Contoh Makalah Penelitian Geografi
  6. Contoh Makalah HAM
  7. Contoh Kata Pengantar Makalah Hukum
  8. Contoh Makalah Tentang Konsep Indonesia Sebagai Negara Hukum
  9. Contoh Makalah Sosiologi Hukum
  10. Contoh Makalah Nilai-Nilai Pancasila
  11. Contoh Makalah Negara
  12. Contoh Makalah PKn Kewarganegaraan
  13. Contoh Kata Pengantar Makalah IPS (Ilmu Pengetahuan Sosial)
  14. Contoh Makalah Sejarah Orde Baru
  15. Contoh Makalah Tentang Korupsi
  16. Contoh Makalah Tentang Mahasiswa dalam Organisasi dan Tanggung Jawab Sosial
  17. Contoh Makalah Pra Aksara

Contoh Makalah Ekonomi Keuangan dan Manajemen
  1. Contoh Kata Pengantar Makalah Ekonomi
  2. Contoh Makalah Observasi Pasar
  3. Contoh Makalah Pengantar Bisnis
  4. Contoh Makalah Manajemen Keuangan Modal Kerja
  5. Contoh Makalah Tentang Pengertian dan Fungsi Dasar Manajemen
  6. Contoh Makalah Pengantar Manajemen
  7. Contoh Makalah Sistem Informasi Manajemen

Contoh Makalah Karya Ilmiah
  1. Contoh Sistematika Penulisan Karya Ilmiah yang Baik dan Benar
  2. Contoh Makalah Karya Ilmiah Pendidikan

Contoh Makalah Ilmu Komputer
  1. Contoh Makalah CorelDraw X5
  2. Contoh Makalah Queue
  3. Contoh Makalah Rekayasa Perangkat Lunak
  4. Contoh Makalah TIK
  5. Contoh Makalah Microsoft Word

Subscribe to receive free email updates: