Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget HTML #1

Cerita Kancil dan Serigala dalam Bahasa Inggris dan Artinya


Cerita kancil dan serigala adalah salah satu cerita rakyat yang populer di Indonesia. Cerita ini menceritakan tentang kecerdikan kancil yang berhasil mengelabui serigala yang lapar dan jahat. Cerita ini mengandung pesan moral bahwa kecerdasan dan keberanian lebih penting daripada kekuatan fisik.

Latar Belakang Cerita

Di sebuah hutan yang lebat dan hijau, hiduplah seekor kancil yang cerdik dan lincah. Kancil sangat menyukai buah-buahan yang tumbuh di hutan, terutama buah mangga yang manis dan segar. Kancil sering mencari buah mangga di pohon-pohon yang tinggi dan rindang.

Namun, di hutan yang sama, juga hiduplah seekor serigala yang lapar dan jahat. Serigala selalu mencari mangsa yang lemah dan tak berdaya untuk dimakan. Serigala sangat menyukai daging kancil yang empuk dan gurih. Serigala sering mengintai kancil yang sedang mencari buah mangga di pohon-pohon.

Cerita Kancil dan Serigala dalam Bahasa Inggris dan Artinya


One day, the mouse deer was engrossed in climbing one of the tallest and most fruitful mango trees. The mouse deer picked the mango fruits one by one and ate them with gusto. The mouse deer felt very happy and satisfied.

Meanwhile, the hungry wolf saw the mouse deer eating mangoes on the tree. The wolf felt very hungry and angry. The wolf thought, "Ah, I finally found delicious prey. Today I will eat that fat deer. I will wait for him to come down from the tree, and then I will attack him quickly and strongly."

The wolf hid behind bushes close to the mango tree. The wolf waited patiently and silently. The wolf hoped that the mouse deer would come down from the tree soon, so that he could catch it.

However, the ingenious mouse deer does not just come down from the tree. The mouse deer felt something was wrong. The mouse deer thought, "It's strange, how come it's so quiet here. There are usually many other animals that look for mangoes on the trees. Is there any imminent danger? Maybe there is a wolf stalking me. I have to be careful."

The mouse deer decided not to come down from the tree. The mouse deer looked for a way to test if there was a wolf hiding under the tree. The mouse deer also got an idea. The mouse deer said loudly, "Hi, the mango fruit on this tree! Are you still fresh and sweet? Do you guys still want to be eaten by me?"

The wolf who heard the sound of the mouse deer was shocked. The wolf thought, "What did the mouse deer say? Is he crazy? How could mango fruit be able to answer it?"

The wolf didn't answer anything. The wolf remained silent and pretended not to be there. The wolf hoped that the mouse deer would stop talking soon and get off the tree.

However, the mouse deer did not stop talking. The mouse deer said again loudly, "Hi, the mango fruit on this tree! I ask you, are you guys still fresh and sweet? Are you guys still willing to be eaten by me? If you don't answer, I will think you are rotten and unpalatable. I'll find another mango fruit that is better."

The wolf who heard the sound of the mouse deer was again shocked. The wolf thought, "What did the mouse deer say? Is he serious? Would he really look for another mango if this mango didn't answer him?"

The wolf was worried. Wolves do not want to lose tasty prey. The wolf thought, "I have to block the mouse deer from looking for another mango. I have to make him come down from this tree. I have to answer his question as a mango."

The wolf opened his mouth and said in a voice that tried to imitate the sound of the mango, "Hi, the mouse deer on this tree! We are a mango fruit that is still fresh and sweet. We are still willing to be eaten by you. Please come down from the tree and take us as much as you want."

The mouse deer who heard the sound of the wolf immediately smiled. The mouse deer knew that it was the sound of a wolf lying. The mouse deer thought, "Ah, it turns out that there is really a wolf stalking me. He was so stupid. He didn't know that mango fruit couldn't talk. He didn't know that I could distinguish his voice from the sound of a mango. I must punish him for his crimes."

The mouse deer also said loudly, "Hi, the wolf under this tree! I knew it was you talking. I know you are lying. I knew you wanted to eat me. I won't come down from this tree. I'll find a way to beat you."

The wolf who heard the sound of the mouse deer was shocked and embarrassed. The wolf is aware that he has been deceived by the mouse deer. The wolf thought, "Ouch, I have been caught by the mouse deer. He is very shrewd. He could distinguish my voice from the sound of a mango. I have made a big mistake. I have to escape from here quickly."

The wolf ran quickly and was scared. The wolf left behind the mango tree and mouse deer that was still on it. Wolves never again disturb mouse deer and other animals looking for mangoes in the trees.

Meanwhile, the mouse deer felt very happy and proud. The mouse deer managed to trick the hungry and evil wolf. The mouse deer managed to save himself and the mango he liked. The mouse deer continued to eat the mango calmly and happily.


Artinya

Suatu hari, kancil sedang asyik memanjat salah satu pohon mangga yang paling tinggi dan paling banyak buahnya. Kancil memetik buah mangga satu per satu dan memakannya dengan lahap. Kancil merasa sangat senang dan puas.

Sementara itu, serigala yang sedang kelaparan melihat kancil yang sedang memakan buah mangga di pohon. Serigala merasa sangat lapar dan marah. Serigala berpikir, “Ah, akhirnya aku menemukan mangsa yang lezat. Hari ini aku akan memakan kancil yang gemuk itu. Aku akan menunggunya turun dari pohon, lalu aku akan menyerangnya dengan cepat dan kuat.”

Serigala pun bersembunyi di balik semak-semak yang dekat dengan pohon mangga. Serigala menunggu dengan sabar dan diam-diam. Serigala berharap kancil segera turun dari pohon, sehingga ia bisa menangkapnya.

Namun, kancil yang cerdik tidak begitu saja turun dari pohon. Kancil merasa ada yang tidak beres. Kancil berpikir, “Aneh, kok sepi sekali di sini. Biasanya ada banyak binatang lain yang mencari buah mangga di pohon-pohon. Apakah ada bahaya yang mengancam? Mungkin ada serigala yang sedang mengintai aku. Aku harus berhati-hati.”

Kancil pun memutuskan untuk tidak turun dari pohon. Kancil mencari cara untuk menguji apakah ada serigala yang sedang bersembunyi di bawah pohon. Kancil pun mendapatkan ide. Kancil berkata dengan keras, “Hai, buah mangga yang ada di pohon ini! Apakah kalian masih segar dan manis? Apakah kalian masih mau dimakan olehku?”

Serigala yang mendengar suara kancil terkejut. Serigala berpikir, “Apa yang dikatakan kancil itu? Apakah dia gila? Bagaimana mungkin buah mangga bisa menjawabnya?”

Serigala pun tidak menjawab apa-apa. Serigala tetap diam dan berpura-pura tidak ada di sana. Serigala berharap kancil segera berhenti bicara dan turun dari pohon.

Namun, kancil tidak berhenti bicara. Kancil berkata lagi dengan keras, “Hai, buah mangga yang ada di pohon ini! Aku bertanya padamu, apakah kalian masih segar dan manis? Apakah kalian masih mau dimakan olehku? Jika kalian tidak menjawab, aku akan mengira kalian sudah busuk dan tidak enak. Aku akan mencari buah mangga lain yang lebih baik.”

Serigala yang mendengar suara kancil lagi-lagi terkejut. Serigala berpikir, “Apa yang dikatakan kancil itu? Apakah dia serius? Apakah dia benar-benar akan mencari buah mangga lain jika buah mangga ini tidak menjawabnya?”

Serigala pun merasa khawatir. Serigala tidak mau kehilangan mangsa yang lezat. Serigala berpikir, “Aku harus menghalangi kancil untuk mencari buah mangga lain. Aku harus membuatnya turun dari pohon ini. Aku harus menjawab pertanyaannya sebagai buah mangga.”

Serigala pun membuka mulutnya dan berkata dengan suara yang berusaha meniru suara buah mangga, “Hai, kancil yang ada di pohon ini! Kami adalah buah mangga yang masih segar dan manis. Kami masih mau dimakan olehmu. Silakan turun dari pohon dan ambil kami sebanyak yang kamu mau.”

Kancil yang mendengar suara serigala langsung tersenyum. Kancil tahu bahwa itu adalah suara serigala yang sedang berbohong. Kancil berpikir, “Ah, ternyata benar ada serigala yang sedang mengintai aku. Dia sangat bodoh. Dia tidak tahu bahwa buah mangga tidak bisa bicara. Dia tidak tahu bahwa aku bisa membedakan suaranya dengan suara buah mangga. Aku harus menghukumnya atas kejahatannya.”

Kancil pun berkata dengan keras, “Hai, serigala yang ada di bawah pohon ini! Aku tahu itu adalah kamu yang berbicara. Aku tahu kamu sedang berbohong. Aku tahu kamu ingin memakan aku. Aku tidak akan turun dari pohon ini. Aku akan mencari cara untuk mengalahkanmu.”

Serigala yang mendengar suara kancil terkejut dan malu. Serigala sadar bahwa dia telah tertipu oleh kancil. Serigala berpikir, “Aduh, aku telah ketahuan oleh kancil. Dia sangat cerdik. Dia bisa membedakan suaraku dengan suara buah mangga. Aku telah membuat kesalahan yang besar. Aku harus segera melarikan diri dari sini.”

Serigala pun berlari dengan cepat dan takut. Serigala meninggalkan pohon mangga dan kancil yang masih ada di atasnya. Serigala tidak pernah lagi mengganggu kancil dan binatang lain yang mencari buah mangga di pohon-pohon.

Sementara itu, kancil merasa sangat senang dan bangga. Kancil berhasil mengelabui serigala yang lapar dan jahat. Kancil berhasil menyelamatkan dirinya dan buah mangga yang ia sukai. Kancil pun melanjutkan memakan buah mangga dengan tenang dan bahagia.

Pesan Moral Cerita

Dari cerita kancil dan serigala ini, kita dapat mengambil beberapa pesan moral, yaitu:
  • Kecerdasan dan keberanian lebih penting daripada kekuatan fisik. Kancil yang cerdik dan berani bisa mengalahkan serigala yang kuat tapi bodoh.
  • Kejujuran lebih baik daripada kebohongan. Serigala yang berbohong sebagai buah mangga malah tertipu oleh kancil yang jujur sebagai dirinya sendiri.
  • Keserakahan akan membawa kerugian. Serigala yang serakah ingin memakan kancil malah kehilangan mangsa dan harus melarikan diri.
Demikianlah artikel cerita kancil dan serigala dalam bahasa Inggris yang saya buat. Semoga artikel ini dapat membantu Anda mempelajari bahasa Inggris dan mengenal budaya Indonesia. Terima kasih telah membaca artikel ini. Sampai jumpa lagi.