Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget HTML #1

Biografi Tuanku Imam Bonjol dalam Bahasa Inggris dan Artinya


BIOGRAFI TUANKU IMAM BONJOL - Jika mengulik sejarah Indonesia, Belanda memiliki reputasi yang cukup buruk dalam sejarah Indonesia. Menjajah bangsa Indonesia dan menguras seluruhnya untuk kepentingan mereka sendiri. Namun, jangan salah paham, mereka tidak menjajah kita sampai saat ini guys~ banyak dari anak – anak Indonesia yang menuntut ilmu di Belanda dan mereka diterima dengan baik disana. Banyak juga dari penduduk Indonesia yang menikah denga orang Belanda dan menetap di sana. Sejarah merupakan pelajaran yang tidak boleh dihapus, karna merupakan jadi diri terbentuknya tanah air kita yang tercinta. Namun, bukan berarti menjadikan sejarah sebagai alasan untuk menumbuhkan rasa benci dan amarah. Jadikan sejarah sebagai pelajaran berharga yang dapat memotivasi kita menjadi pribadi yang lebih baik lagi.

Apa hari ini kita akan membicarakan Belanda? Ya, kita akan kembali membahas sesuatu yang berkaitan dengan Belanda dan sejarah yang dapat memotivasi diri. Langsung saja kita lihat pembahasan kita hari ini;

Biografi Tuanku Imam Bonjol dalam Bahasa Inggris dan Artinya


Tuanku Imam Bonjol was born in Bonjol, Pasaman West Sumatra (Tuanku Imam Bonjol lahir di Bonjol, Pasaman Sumatera Barat). He came from religious family, thay came from Sungai Rimbang, Sulki, Limapuluh Koto (Dia berasal dari keluarga yang religious, dia berasal dari Sungai Rimbang, Sulki, Limapuluh Koto). His parents Bayuddin (Father) dan Hamatun (mother) (Orang tuanya Bayuddin (ayah) dan Hamatun (Ibu) ). He was immersed in Islamic studies as he grew up, studying first from his father and later under various other Muslim Theologians (dia sudah dibesarkan dalam pendidikan Islam, pelajaran pertama yang dia peroleh adalah dari sang ayah dan kemudian bersambung dari berbagai Uztad).

After founding the state of Bonjol, Imam Bonjol became involved in the Adat-Paderi controversy as a Paderi leader (setelah memimpin daerah Bonjol, Imam Bonjol terlibat pada kontroversi Adat Paderi sebagai ketua Paderi). The Paderi movement, which has been compared to the Ahlus Sunnah wal Jamaah (Sunni) school of Islam in the now Saudi Arabia, was an effort to return the Islam of the area to the purity of its roots by removing local distortions like gambling, cockfighting, the use of opium and strong drink, tobacco, and so forth (Gerakan Paderi, yang maana sudah sebanding dengan sekolah Ahlus Sunnah wal Jamaah (Sunni) di Saudi Arabia sekrang, berusaha untuk mengembalikan Islam ke dalam ke dalam bentuk yang sebenarnya dengan menghilangkan penyimpangan – penyimpangan lokal seperti perjudian, adu ayam, penggunaan opium dan minum – minuman keras, menghisap ganja, dan lain – lainnya).

The people feeling their leadership position threatened, and then they appealed to the dutch for asking help for their struggles against the Paderis (orang – orang merasa pemimpin mereka merupakan sebuah ancaman, dan kemudian mereka meminta pertolongan kepada Belanda atas kesulitan yang mereka hadapi melawan Paderis). The Dutch were not able to fight, they can’t win military against the paderis due to resistence by Diponegoro in Java they lost many people (Belanda tidak dapat bertarung, mereka tidak dapat menang melawan Paderis dikarenakan kekalahan yang mereka alami oleh Diponegoro Jawa mereka kehilangan banyak pasukan). In 1824, the Dutch signed the Masang Agreement ending hostilities with the state of Bonjol (pada tahun 1824, Belanda kemudian menandatangani perjanjian Masang yang mengakhiri permusuhan dengan daerah bagian Bonjol) .

Since then, the Dutch have intervened in the opposition in Minangkabau (Sejak saat itu, Belanda telah campur tangan atas oposisi Minangkabau) . Then the Dutch began to establish a fort in Batu Sangkar and in Bukit Tinggi to strengthen its position (kemudian Belanda mulai membangun benteng di Batu Sangkar untuk memperkuat pertahanan mereka).

Tuanku Imam Bonjol had many followers who made the Dutch overwhelmed (Tuanku Imam Bonjol memiliki banyak pengikut yang mana membuat pihak Belanda merasa kewalahan). Especially at the same time, the Dutch were also cornered with the Diponegoro War so that the Dutch felt the need to "make temporary peace" with the clerics to divert the power in Java against the Diponegoro War (terutama pada saat Belanda tersudutkan dalam perang Diponegoro oleh sebab itu Belanda membutuhkan “waktu istirahat” dengan para ulama untuk mengalihkan kekuasaan di jawa terhadap perang Diponegoro) .

After the end of the Diponegoro war, the Dutch again attacked the headquarters of Tuanku Imam Bonjol (setelah perang Diponegoro berakhir, Belanda kemudian menyerang kantor pusat Tuangku Imam Bonjol). But Tuanku Imam Bonjol was a reliable warlord so that the Dutch had to exert additional help and cunning tactics (Tetapi Tuanku Imam Bonjol merupakan pahlawan perang yang dapat diandalkan sehingga Belanda membutuhkan pertolongan tambahan dan taktik licik).

Thus, to arrest Tuanku Imam Bonjol, the Dutch used dirty methods by inviting him for negotiations around Bukit Gadang and Seven Lurah (jadi, untuk menangkap Tuanku Imam Bonjol, Belanda menggunakan taktik curang dengan mengundangnya untuk bernegosiasi di sekitar Buit Gadang dan 7 Lurah). Dutch again captured Imam Bonjol and exiled him, first to Cianjur in West Java, then to Ambon, and later to Manado in Sulawesi (Belanda kemudian menangkapnya dan mengasingkannya, awalnya ke Cianjur di Jawa Barat, kemudian ke Ambon, dan pada akhirnya di Manado Sulawesi).

He died on 6 November 1864, at the age of 92 and is buried in Sulawesi (Imam Bonjol tutup usia pada 6 November 1864 di usia 92 dan di kuburkan di Sulawesi). The site of his grave is marked by a Minangkabau (West Sumatran) house (kuburannya di tandai dengan rumah gadang khas Minangkabau Sumatra Selatan).

--*--

Belanda merupakan salah satu Negara yang terkenal dengan Tulip dan kincir angin. Tulip memang selalu berkaitan dengan Belanda, tapi tahukah kamu bahwa Tulip juga merupakan bunga yang nasional Iran dan Turki. Setiap tahunnya Turki mengadakan festival tulip di Istanbul dan tidak sedikit turis yang bergabung untuk menyaksikan festival ini. Lagi – lagi jika kamu ingin bepergian ke nagara asing pastilah hanya bahasa Inggris yang dapat membantu kamu berkomunikasi dengan orang – orang yang kamu temui di sana nantinya. Maka dari itu pastikan kalian terus kembali ke ruang belajar kami dan belajar bahasa Inggris bersama kami ya teman – teman.

Posting Komentar untuk "Biografi Tuanku Imam Bonjol dalam Bahasa Inggris dan Artinya"