Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget HTML #1

Cerita Kancil dan Gorila dalam Bahasa Inggris dan Artinya


Siapa yang tidak kenal dengan si kancil? Dia adalah binatang yang cerdik, lincah, dan penuh akal. Dia sering kali berhasil lolos dari bahaya dengan kecerdasannya. Namun, tahukah Anda bahwa kancil juga memiliki teman yang sangat berbeda darinya? Ya, dia adalah gorila, binatang yang besar, kuat, dan berbulu lebat. Bagaimana kisah persahabatan mereka? Mari kita simak bersama. Cerita Kancil dan Gorila dalam Bahasa Inggris dan Artinya:


The Story of Mouse Deer and Gorilla: A Unique Friendship

One day, the mouse deer was walking in the forest looking for food. He saw a banana tree that was full of fruits. He really wanted to taste the bananas, but he couldn’t reach them because the tree was too high. He tried to jump, but in vain. He felt annoyed and desperate.

Suddenly, he heard a heavy sound approaching. He turned and saw a gorilla walking towards the banana tree. The mouse deer was scared and hid behind the bushes. He hoped the gorilla wouldn’t see him.

The gorilla reached the banana tree and immediately picked some fruits. He ate the bananas with gusto and delight. He didn’t realize that there was a mouse deer peeking at him from behind the bushes. The mouse deer looked at the gorilla with envy and jealousy. He thought, “Ah, how nice it would be to eat those bananas. Too bad, I can’t reach them. The gorilla must be very arrogant and greedy. He doesn’t want to share with other animals.”

The mouse deer then planned to take the bananas from the gorilla by a cunning way. He came out of his hiding place and approached the gorilla carefully. He pretended to be friendly and polite. He said, “Hello, gorilla. How are you? My name is mouse deer. I just passed by here and saw you enjoying the bananas. Wow, the bananas look very delicious. Can I taste them?”

The gorilla turned and saw the mouse deer standing near him. He felt surprised and confused. He had never met the mouse deer before. He thought, “Who is this little animal? He is brave enough to approach me. What does he want from me?”

The gorilla then answered, “Hello, mouse deer. How are you? My name is gorilla. I’m enjoying these bananas. Yes, these bananas are very delicious. Do you want to taste them? Okay, I’ll share with you. Please, take one fruit.”

The gorilla then threw a banana to the mouse deer. The mouse deer caught the banana with pleasure. He thanked the gorilla and started to eat the banana. He felt satisfied and happy. He thought, “Ha, finally I can eat this banana. The gorilla is not arrogant and greedy. He even wants to share with me. Maybe he is not as bad as I thought.”

The mouse deer then said, “Thank you, gorilla. This banana is very tasty. You are very kind. Can I be friends with you?”

The gorilla smiled and said, “You’re welcome, mouse deer. I’m glad you like this banana. Of course, I want to be friends with you. You are also very friendly and polite. I think we can be good friends.”

The mouse deer and the gorilla then chatted with each other. They told each other about themselves, their lives, and their experiences. They found many similarities and differences between them. They respected and honored each other. They felt comfortable and happy. They became close friends.

Since that day, the mouse deer and the gorilla often met and played together. They helped and protected each other. They taught and learned from each other. They entertained and pleased each other. They became an example of a unique and harmonious friendship.


Terjemahan

Suatu hari, kancil sedang berjalan-jalan di hutan mencari makanan. Dia melihat sebuah pohon pisang yang berbuah lebat. Dia sangat ingin mencicipi buah pisang itu, tetapi dia tidak bisa mencapainya karena pohonnya terlalu tinggi. Dia mencoba melompat-lompat, tetapi sia-sia. Dia merasa kesal dan putus asa.

Tiba-tiba, dia mendengar suara berat yang mendekat. Dia menoleh dan melihat seekor gorila yang sedang berjalan menuju pohon pisang. Kancil merasa takut dan bersembunyi di balik semak-semak. Dia berharap gorila tidak melihatnya.

Gorila sampai di pohon pisang dan langsung memetik beberapa buah. Dia memakan buah pisang itu dengan lahap dan nikmat. Dia tidak menyadari bahwa ada kancil yang mengintipnya dari balik semak-semak. Kancil melihat gorila dengan iri dan cemburu. Dia berpikir, “Ah, betapa enaknya bisa memakan buah pisang itu. Sayang sekali, saya tidak bisa mencapainya. Gorila itu pasti sangat sombong dan rakus. Dia tidak mau berbagi dengan binatang lain.”

Kancil lalu berencana untuk mengambil buah pisang dari gorila dengan cara licik. Dia keluar dari persembunyiannya dan mendekati gorila dengan hati-hati. Dia berpura-pura bersikap ramah dan sopan. Dia berkata, “Halo, gorila. Apa kabar? Nama saya kancil. Saya baru saja lewat di sini dan melihat Anda sedang menikmati buah pisang. Wah, buah pisang itu kelihatan sangat lezat. Bolehkah saya mencicipinya?”

Gorila menoleh dan melihat kancil yang berdiri di dekatnya. Dia merasa heran dan bingung. Dia tidak pernah bertemu dengan kancil sebelumnya. Dia berpikir, “Siapa gerangan binatang kecil ini? Dia berani sekali mendekati saya. Apa yang dia inginkan dariku?”

Gorila lalu menjawab, “Halo, kancil. Apa kabar? Nama saya gorila. Saya sedang menikmati buah pisang ini. Ya, buah pisang ini memang sangat lezat. Anda mau mencicipinya? Baiklah, saya akan berbagi dengan Anda. Silakan, ambil satu buah.”

Gorila lalu melemparkan satu buah pisang ke arah kancil. Kancil menangkap buah pisang itu dengan senang hati. Dia berterima kasih kepada gorila dan mulai memakan buah pisang itu. Dia merasa puas dan senang. Dia berpikir, “Ha, akhirnya saya bisa memakan buah pisang ini. Gorila itu ternyata tidak sombong dan rakus. Dia malah mau berbagi dengan saya. Mungkin dia tidak seburuk yang saya kira.”

Kancil lalu berkata, “Terima kasih, gorila. Buah pisang ini sangat enak. Anda sangat baik hati. Bolehkah saya berteman dengan Anda?”

Gorila tersenyum dan berkata, “Sama-sama, kancil. Saya senang Anda suka dengan buah pisang ini. Tentu saja, saya mau berteman dengan Anda. Anda juga sangat ramah dan sopan. Saya rasa kita bisa menjadi teman yang baik.”

Kancil dan gorila lalu berbincang-bincang dengan akrab. Mereka saling bercerita tentang diri mereka, kehidupan mereka, dan pengalaman mereka. Mereka menemukan banyak kesamaan dan perbedaan di antara mereka. Mereka saling menghargai dan menghormati. Mereka merasa nyaman dan bahagia. Mereka pun menjadi teman yang akrab.

Sejak hari itu, kancil dan gorila sering bertemu dan bermain bersama. Mereka saling membantu dan melindungi. Mereka saling mengajari dan belajar. Mereka saling menghibur dan menyenangkan. Mereka menjadi contoh persahabatan yang unik dan harmonis.


Pesan Moral

Cerita kancil dan gorila ini mengandung beberapa pesan moral yang bisa kita petik, antara lain:
  • Jangan menilai seseorang dari penampilan luarnya saja. Kita harus mengenal lebih dalam tentang sifat, karakter, dan hatinya. Kita bisa menemukan teman yang baik dari orang yang berbeda dari kita.
  • Jangan mudah iri dan cemburu pada orang lain. Kita harus bersyukur dengan apa yang kita miliki. Kita juga harus mau berbagi dengan orang lain. Dengan begitu, kita akan mendapatkan kebahagiaan yang lebih besar.
  • Jangan mudah menyerah dan putus asa. Kita harus berusaha dan berpikir kreatif untuk mencapai apa yang kita inginkan. Kita juga bisa meminta bantuan dan bekerja sama dengan orang lain. Dengan begitu, kita akan mendapatkan hasil yang lebih baik.