Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget HTML #1

Cerita Kancil dan Lebah dalam Bahasa Inggris dan Artinya


The Mouse Deer and the Bee: A Folk Tale from Indonesia

Once upon a time, there was a clever mouse deer who lived in the forest. He liked to wander around and look for fruits to eat. One day, he saw a big, ripe watermelon in a farmer’s field. He wanted to taste it, but he knew that the farmer would not let him. So he thought of a plan.

He went to the farmer and said, “Hello, sir. I have a question for you. Do you know what is inside this watermelon?” The farmer was curious and said, “No, I don’t. What is it?” The mouse deer said, “It is full of honey. If you cut it open, you will see a lot of sweet honey inside.” The farmer was doubtful and said, “How do you know that?” The mouse deer said, “I have a friend who is a bee. He told me that he and his friends made honey inside this watermelon. He invited me to taste it, but I want to share it with you first.”

The farmer was tempted by the mouse deer’s words. He thought that he could get both the watermelon and the honey. He said, “Well, thank you for your kindness. Let’s cut it open and see.” The mouse deer said, “OK, but you have to be careful. The bees might sting you if they see you. You have to cover your head with a cloth and run away as soon as you cut it open. I will wait for you at a safe distance.” The farmer agreed and did as the mouse deer said.

He took a knife and cut the watermelon open. As soon as he did, he heard a loud buzzing sound. He was surprised and scared. He thought that the bees were coming out of the watermelon. He covered his head with a cloth and ran away as fast as he could. He did not see that the buzzing sound was actually coming from the mouse deer, who was hiding behind a bush and making the noise with his mouth.

The mouse deer laughed and said, “Ha ha ha, what a fool! He believed my lie and ran away. Now I can enjoy this delicious watermelon by myself.” He went to the watermelon and ate it happily. He did not notice that there was a real bee flying above him. The bee saw the mouse deer eating the watermelon and was angry. He said, “Hey, you! How dare you eat my watermelon? I worked hard to make honey inside it. Now you have ruined it. I will teach you a lesson.” He flew down and stung the mouse deer on his nose.

The mouse deer felt a sharp pain and cried out loud. He realized that he had been stung by a bee. He said, “Ouch, ouch, ouch! What have I done? I lied to the farmer and stole his watermelon. Now I have been punished by the bee. I deserve this. I should have been honest and respectful. I will never do such a thing again.” He ran away from the watermelon and the bee, feeling sorry for his actions.

The moral of the story is: Honesty is the best policy. Do not lie or cheat others, or you will face the consequences.

Artinya

Kancil dan Lebah: Cerita Rakyat dari Indonesia

Dahulu kala, ada seekor kancil pintar yang tinggal di hutan. Dia suka berkeliaran dan mencari buah-buahan untuk dimakan. Suatu hari, dia melihat semangka besar dan matang di ladang petani. Dia ingin mencicipinya, tetapi dia tahu bahwa petani itu tidak akan membiarkannya. Jadi dia memikirkan sebuah rencana.

Dia pergi ke petani dan berkata, "Halo, Pak. Saya punya pertanyaan untuk Anda. Tahukah kamu apa yang ada di dalam semangka ini?" Petani itu penasaran dan berkata, "Tidak, saya tidak. Apa itu?" Kancil berkata, "Penuh dengan madu. Jika Anda membelahnya, Anda akan melihat banyak madu manis di dalamnya." Petani itu ragu-ragu dan berkata, "Bagaimana Anda tahu itu?" Kancil berkata, "Saya punya teman yang adalah lebah. Dia mengatakan kepada saya bahwa dia dan teman-temannya membuat madu di dalam semangka ini. Dia mengundang saya untuk mencicipinya, tetapi saya ingin membaginya dengan Anda terlebih dahulu."

Petani itu tergoda oleh kata-kata kancil. Dia berpikir bahwa dia bisa mendapatkan semangka dan madu. Dia berkata, "Baiklah, terima kasih atas kebaikan Anda. Mari kita potong dan lihat." Kancil berkata, "Oke, tapi kamu harus berhati-hati. Lebah mungkin menyengat Anda jika mereka melihat Anda. Anda harus menutupi kepala Anda dengan kain dan melarikan diri segera setelah Anda memotongnya. Aku akan menunggumu pada jarak yang aman." Petani itu setuju dan melakukan apa yang dikatakan kancil.

Dia mengambil pisau dan memotong semangka terbuka. Begitu dia melakukannya, dia mendengar suara mendengung yang keras. Dia terkejut dan takut. Dia berpikir bahwa lebah keluar dari semangka. Dia menutupi kepalanya dengan kain dan melarikan diri secepat yang dia bisa. Dia tidak melihat bahwa suara mendengung itu sebenarnya berasal dari kancil, yang bersembunyi di balik semak-semak dan membuat suara dengan mulutnya.

Kancil tertawa dan berkata, "Ha ha ha, bodoh sekali! Dia percaya kebohongan saya dan melarikan diri. Sekarang aku bisa menikmati semangka yang lezat ini sendiri." Dia pergi ke semangka dan memakannya dengan gembira. Dia tidak memperhatikan bahwa ada lebah sungguhan terbang di atasnya. Lebah melihat kancil memakan semangka dan marah. Dia berkata, "Hei, kamu! Beraninya kamu makan semangkaku? Saya bekerja keras untuk membuat madu di dalamnya. Sekarang Anda telah merusaknya. Aku akan memberimu pelajaran." Dia terbang ke bawah dan menyengat kancil di hidungnya.

Kancil merasakan sakit yang tajam dan berteriak keras. Dia menyadari bahwa dia telah disengat lebah. Dia berkata, "Aduh, aduh, aduh! Apa yang telah saya lakukan? Saya berbohong kepada petani dan mencuri semangkanya. Sekarang saya telah dihukum oleh lebah. Saya pantas mendapatkan ini. Saya seharusnya jujur dan hormat. Saya tidak akan pernah melakukan hal seperti itu lagi." Dia lari dari semangka dan lebah, merasa kasihan atas tindakannya.

Moral dari cerita ini adalah: Kejujuran adalah kebijakan terbaik. Jangan berbohong atau menipu orang lain, atau Anda akan menghadapi konsekuensinya.